[Skip Header] Friend Requests Messages Notifications HomeProfile Account(more) Need Help? [End of Header]

 

PENINGKATAN KERUKUNAN HIDUP ANTAR UMAT BERAGAMA

DALAM RANGKA

MEMPERKUAT KONDISI KETAHANAN NASIONAL

I.         PENDAHULUAN

Hidup bermasyarakat berarti hidup berdampingan dengan orang lain. Dan, hidup berdampingan dengan orang lain berarti harus mau menerima setiap kondisi yang terjadi diantara semua orang, termasuk dalam hal ini perbedaan agama. Oleh karena itu kita harus mempunyai pengertian kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat kita. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa orang-orang di sekitar kita, mungkin mempunyai agama yang berbeda-beda.

Untuk meningkatkan pengertian kerukunan umat beragama in, maka setidaknya kita harus menanamkan sikap saling menghormati sesama manusia. Hal ini merupakan dasar dari kondisi kehidupan. Jika kita mampu meningkatkan sikap saling menghormati, maka setidaknya kita dapat melakukan proses komunikasi antar personal sebaik-baiknya.

Dan, pengertian kerukunan umat beragama adalah pemahaman atas konsep hidup bersama tanpa ada sengketa yang menyebabkan perpecahan ataupun persengketaan di antara umat beragama. Dengan pemahaman yang jelas, maka jika kita menerapkan hidup rukun dalam interaksi umat beragama, maka tidak akan kita jumpai atau alami sikap ataupun kondisi negatif dengan alasan agama.

Manusia adalah Makhluk Sosial

Manusia itu makhluk sosial, yaitu makhluk yang di dalam menjalani dan menjalankan kehidupannya selalu membutuhkan keberadaan orang lain, makhuk lain. Dengan adanya makhluk lain  inilah, maka keberadaan kita diakui oleh masyarakat. Oleh karena itulah, maka kita dituntut untuk dapat menerapkan konsep interaksi dan komunikasi terbaik dengan makhluk lainnya, dalam hal ini dengan manusia lainnya.

Kita ini ada, karena ada orang lain di sekitar kita. Jika tidak ada orang lain di sekitar kita, maka sebenarnya kita ini tidak ada sama sekali. Apalah artinya keberadaan kita jika orang lain tidak ada di sekitar kita? Begitulah urgensinya kita sebagai makhluk sosial.

Dan, karena kita tergantung pada orang lain, maka setidaknya hal yang perlu kita terapkan agar interaksi kita terjadi baik adalah dengan menciptakan suatu kondisi terbaik. Kondisi terbaik yang kita maksudkan dalam hal ini tidak lain adaah kerukunan antar pribadi, termasuk dalam hal ini hidup beragama. Dengan cara seperti ini, maka titel kita sebagai makhluk sosial benar-benar terwujudkan.

Manusia Sebagai Makhluk Beragama

Ya. Manusia juga makhluk beragama, yaitu makhluk yang mempunyai tingkat kepercayaan terhadap sesuatu yang diyakini dengan sepenuh hati dan diwujudkan dalam setiap kegiatan hidupnya. Dengan agama yang dianutnya, maka manusia dapat melakukan berbagai kegiatan hidup.

Dengan demikian, maka seharusnya pengertian kerukunan umat beragama merupakan bagian integral dari diri kita untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Dengan kerukunan antar umat beragama, setidaknya kita dapat menghilangkan, setidaknya mengurangi friksi yang seringkali muncul terkait dengan kepercayaan dan keimanan kita.

Sebagai makhluk beragama, manusia menyadari bahwa hidup dan kehidupan diciptakan Tuhan agar kita saling berinteraksi dengan makhluk lainnya. Hal ini merupakan wujud untuk menjaga kelestarian hidup dan kehidupan. Interaksi antar makhluk ini, merupakan bukti bahwa kita bukanlah makhluk individual.

Dan, dengan konsep hidup sebagai bagian integral kehidupan, yaitu segala takdir Tuhan untuk kita, maka kesadaran untuk saling menjaga kondisi kehidupan merupakan satu bentuk kewajiban dan tanggungjawab terhadap sang Pencipta. Kita mempercayai bahwa kehidupan ini ada yang menciptakan dan menjaganya dari kepunahan dan seterusnya. Dan, manusia sebagai makhluk sosial berkewajiban untuk ikut menjaga agar keberadaannya tetap langgeng dan terjaga.

Pentingnya Hidup Dalam Kerukunan Umat Beragama

Agama adalah tuntunan hidup yang kita terima sebagai sebuah kepastian hidup. Dogma tidak berbantah dan harus diterapkan agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Dengan beragama, maka kehidupan menjadi lebih nyaman dan terarah serta teratur. Tidak ada lagi tindakan-tindakan anarkis yang mengatasnamakan kemanusiaan.

Dengan agama, maka kita jadi mengetahui segala hal yang baik, begitu juga segala hal yang buruk bagi kehidupan kita dan masyarakat kita. Kehidupan kita menjadi lebih baik sebab banyak tuntunan yang kita dapatkan dan banyak larangan yang menjadikan kita mengetahui apa yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan.

Termasuk dalam hal ini adalah penciptaan kondisi hidup penuh kerukunan antar umat beragama. Kita harus dapat menciptakan hdup dan kehidupan yang penuh kerukunan agar nyaman dan tidak terjebak dalam sifat  sempit  terkait dengan kepercayaan kita. Kita harus menciptakan kerukunan umat beragama dalam kehidupan kita sehingga masyarakat kita menjadi masyarakat yang tenang dan aman.

Bahwa, kerukunan umat beragama sangat menentukan kondisi kehidupan kita di masyarakat. Jika kita masing-maisng memegang teguh kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, maka masyarakat akan menjadi satu komunitas terbaik dan mendukung peningkatan eksistensi diri. Masyarakat yang rukun adalah masyarakat yang memungkinkan terciptanya sebuah komunikasi antar personal sebaik-baiknya dan menghindarkan berbagai keburukan yang mungkin dapat tercipta.

Jika kita dapat hidup aman dan nyaman dengan kerukunan umat beragama, maka tidak ada konflik maupun persengketaan di antara. Sebagai makhluk sosial mempunyai kesempatan yang luas untuk menciptakan kehidupan yang nyaman dan aman, bahkan kehidupan beragama dengan rukun.  

II.       KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA BERDAMPAK KEPADA KETAHANAN NASIONAL

Kerukunan hidup beragama adalah keharmonisan hubungan dalam dinamika pergaulan dan kehidupan bermasyarakat yang saling menguatkan dan diikat oleh sikap pengendali diri dalam wujud : 1) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya; 2) Saling hormat menghormati dan bekerja sama dalam internal pemeluk agama, antara berbagai golongan agama dan antara ­umat beragama dengan pemerintah yang sama-sama bertanggung jawab membangun bangsa dan negara; 3) Saling tenggang rasa dengan tidak memaksakan agama kepada orang lain.

Dalam rangka inilah Pemerintah melalui Departeman agama bertugas membina, mem­bimbing rakyat untuk beragama guna menjalankan agamanya, sesuai dengan salah satu tugas pokok Dapertemen Agama, yaitu memelihara dan melaksanakan falsafah Negara Pancasila dengan jalan membina, memelihara dan melayani rakyat agar menjadi bangsa Indonesia yang beragama.

Peranan agama secara pribadi adalah penting, yaitu keyakinan dan ketentuan beragama tiap-tiap individu untuk tidak menjalankan hal-hal yang terlarang oleh agama. Karenanya sasaran penataan agama-agama dengan sendirinya ditujukan kepada masing-masing pemeluk agama, supaya lebih mendalami penghayatan dan pengamalan ajaran-ajaran agamanya.

Dengan demikian kerukunan akan mudah terbina jika setiap umat beragama taat ajaran agamanya masing-masing. Setiap agama meng­ajarkan kerukunan dan kebaikan, maka kalau orang sungguh-sung­guh mentaati ajaran agama diharapkan kerukunan akan terbina.

Dalam kehidupan manusia yang demikian majemuk peran serta agama sangat berpengaruh untuk memberikan pengertian bagi setiap umat bagaimana hidup bertetangga dengan rukun dan penuh persahabatan dan tidak ada saling mencurigai.  

Dialog serta diskusi pengembangan wawasan multikultural para pemuka agama pusat dan daerah yang berlangsung selama ini diharapkan memberikan perubahan bagi para pemuka agama baik di pusat dan di daerah.  

Pluralitas bangsa Indonesia tercermin dengan berbagai perbedaan, baik vertikal maupun horizontal namun perbedaan itu di satu sisi dapat menjadi penghalang dalam menciptakan integrasi masyarakat, tetapi di sisi lain dapat juga menjadi aset dan kekayaan bangsa yang dapat mempermudah tercapainya kemajuan untuk seluruh warga.   

Kehidupan sosial yang tidak mengelompok dalam suatu komunitas dan adanya interaksi di antara sesama warga komunitas dapat di lihat sebagai potensi untuk terciptanya ke­rukunan antar golongan masyarakat, termasuk antar agama. Oleh karena itu, perlu diciptakan arena-arena interaksi yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan sosial yang dapat digalang untuk menciptakan solidaritas sosial.

Ada sejumlah struktur kegiatan dalam kehidupan sosial yang dapat dijadikan akomodatif dan terbuka bagi semua golongan sehingga dapat ineredam isu dan konflik yang dapat muncul, terutama konflik yang bersifat antaar golongan atau antar kelompok.

Dalam kehidup­an ekonomi tidak terlihat adanya identitas agama yang diaktifkan untuk memenangkan persaingan dalam kehidupan ekonomi. Dalam kehiduan ekonomi hubungan-hubungan itu berlangsung atas dasar keuntungan yang diperoleh oleh masing-masing pihak yang terlibat.

Di bidang politik potensi rukun juga dapat terwujud apabila kebijakan-kebijakan yang diambil tidak didasarkan alas pertim­bangan-pertimbangan subjektif karena persamaan agama dan etnik.  Penempatan pejabat dalam pemerintah yang tidak didasarkan alas kesamaan etnik oleh pejabat yang menyangkutnya telah dapat meredam konflik antar golongan etnik. Kegiatan kerja bakti di lingkungan ketetanggaan juga ber­potensi menciptakan kerukunan.

Kegiatan kerja bakti atau gotong royong dapat dilihat sebagai kegiatan kerjasama sosial kemasyarakatan yang didasarkan kebutuhan bersama yang sama diperlukan oleh kelompok komunitas yang bersangkutan. Ke­giatan kerja sama untuk kepentingan bersama ini dapat menjembatani keterpisahan yang disebabkan perbedaaan keyakin­an keagamaan yang dianut. Kerja sama dan arena interaksi lain­nya dalam komunitas ketetanggaan dalam berbagai kelompok masyarakat dapat dikembangkan untuk menciptakan suasana kerukunan hidup antar umat beragama karena didasarkan atas keterikatan kepada tempat tinggal yang merasa dimiliki bersama.

Kegiatan sosial yang dilandasi oleh semangat kema­nusiaan merupakan potensi untuk tercipta kerukunan. Bantuan yang diberikan atas dasar kemanusiaan, tanpa menonjolkan ke­lompok keagamaaan yang mendukungnya, dapat menghilang­kan prasangka dan stereotip terhadap kelompok keagamaan yang bersangkutan.  

Adanya masalah yang dirasakan sebagai masalah bersama yang harus diatasi telah mendorong pula munculnya forum antar golongan yang bisa menjebatani perbedaan dan memba­tasi hubungan di antara mereka yang dapat menghambat interaksi dan kerja sama.

Potensi Kerukunan Hidup Umat Beragama.

Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan agama dalam penyelenggaraan pemerintahan sangat menjunjung tinggi demokrasi. Salah satu wujud dari terseleng­garanya demokrasi itu di antaranya memberikan kebebasan ke­pada warga negara untuk memilih/memeluk agama yang men­jadi keyakinan setiap warga negara dan senantiasa dalam koridor saling menghormati satu sama lainnya.

Dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, Indonesia tengah di koyak oleh kon­disi politik yang tentunya berdampak pada ekonomi kerakyatan dan segala uborampenya ikut-ikutan porak-poranda. (Departemen Agama RI, Riuh Di Beranda Satu, Peta Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia, Badan Litbang Dan Diklat Keagamaan, Jakarta, 2003, hal, 109.) 

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi, meliputi : kesenjangan ekonomi antar umat beragama dan perlakuan yang berbeda ter­hadap tenaga kerja yang beragama lain, adanya pengakomodiran agama sebagai alat untuk mempertahankan suatu kekuasaan (agama dipolitisasikan), merebaknya budaya yang bertentang­an dengan nilal-nilai moral, adanya ketidaksamaan terhadap aset-aset yang dimiliki oleh tempat-tempat beribadah.

Mengenai situasi dan kondisi kehidupan umat beragama yang diharapkan, yaitu adanya kesamaan berusaha/berkarir di sektor ekonomi, mengadakan peningkatan kegiatan bersama untuk kepentingan kebaikan bersama, menciptakan/menjadikan agama sebagai suatu yang netral dan bukan merupakan salah satu alat untuk mensukseskan sebuah politik, terciptanya budaya yang didasari dengan kemuliaan ajaran-ajaran agama, menciptakan sistem keamanan yang baik dalam rangka meng­hindarkan penjarahan terhadap aset-aset yang dimiliki oleh tempat-tempat ibadah.

Sedangkan usaha-usaha yang ditempuh untuk meningkat­kan kerukunan hidup umat beragama meliputi peningkatan sumber berdaya umat beragama lewat pendidikan dan pelatihan di bidang ekonomi, mengadakan peningkatan silaturahmi dengan mengedepankan keluhuran dan kebersamaan antar agama, men­ciptakan stabilitas politik yang dinamis serta mensosialisasikan pengetahuan tentang politik kepada masyarakat luas, menga­dakan peningkatan pengajaran tentang nilai-nilai agama untuk menanggulangi budaya yang merusak moral umat beragama, mengadakan konsolidasi dengan pemuka-pemuka agama di suatu wilayah untuk menata/mengatur strategi pengamanan tempat-tempat ibadah, mengadakan peningkatan kewaspadaan, terpadu antara pemuka-pemuka agama demi terciptanya keamanan bersama sehingga terciptanya tujuan pembangunan nasional yang diharapkan dengan demikian Ketahanan Nasional (Tannas) yang kokoh akan terwujud dengan sendirinya.

 

Ketahanan Nasional (Tannas) adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhanyang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional .dalam menghadapi dan mengatasi segala Tantangan, Ancaman, Hambatan, dan Gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun yang tidak langsung untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungn hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai Tujuan Nasional. Hakikat Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan kekuatan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.

Dalam uraian tersebut diatas, Ketahanan Nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang diinginkan. Proses untuk mewujudkan kondisi tersebut memerlukan konsepsi yang dinamakan konsepsi Ketahanan Nasional (Konsepsi Tannas). (Suryosumarto Budisantoro, H. “Ketahanan Nasional Indonesia, Penangkal Disintegrasi Bangsa dan Negara” Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2001, hal. 54.)

Konsepsi Tannas adalah konsepsi pengembangan kemampuan dan kekuatan nasional melalui pengeturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang,

1 Comment

Hello
Am Halima
i believe you are the right man
please send
me an email at my email address
(halima_20101@yahoo.com)
for me to give you my pictures
(halima_20101@yahoo.com)

41 months ago